Sering kali ada pernyataan bahwa, Alquran adalah kitab yang benar dan mengoreksi kitab-kitab yang sudah ada sebelumnya (Taurat, Injil dan Zabur), karena diwahyukan pada nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad, secara logika bisa diterima jika asumsinya bahwa yang berikutnya selalu mengkoreksi yang sebelumnya, apalagi yang belakangan khan sudah menemukan kontradiksi atau kesalahan-kesalahan yang menurut Dia (Muhammad) perlu diperbaiki atau diluruskan.
Hal ini akan masuk akal juga apabila yang terakhir (Muhammad) sudah pernah membaca, mengetahui atau minimal mendengarkan cerita-cerita dari kitab-kitab sebelumnya, sehingga kritik, koreksi dan penyempurnaan begitu gampang dilakukan, tetapi menurut versi sendiri.
Dan ini berarti yang lalu bisa dianggap salah, malahan ada yang dianggap sudah direkayasa atau dimanipulasi oleh penganutnya sendiri, tuduhan-tuduhan semacam itu akan muncul, bila ditemukan perbedaan-perbedaan antara kitab yang baru (Alquran) dengan kitab sebelumnya, sehingga yang lama selalu dipersalahkan. Apakah benar demikian ??
Marilah kita berdiskusi dengan menggunakan dimensi waktu, zaman atau sejarah yang lebih Independence, jangan terlalu memihak pada argumen dari masing2 kepercayaan.
Alquran menuliskan untuk menghormati Ahli Kitab ( Taurat dan Injil ) dan untuk mengikutinya :
Surat 3 Ali Imran ayat 81 :
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian para Nabi, Sesungguhnya apa saja yang Aku berikan kepada kamu berupa Kitab dan Hikmah, kemudian datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa-apa yang ada pada kamu (Taurat dan Injil), (hendaknya) kamu sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.
Surat 4 An Nisaa ayat 136:
Hai orang-orang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan (beriman kepada) Kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan Kitab (Taurat dan Injil) yang diturunkan sebelumnya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yg jauh.
Surat 46 Al Ahqaaf ayat 30:
Mereka berkata Hai kaum kami. Sesungguhnya kami telah mendengar (Injil) yang diturunkan sesudah Musa, yang membenarkan kitab sebelumnya (Taurat), yang memberikan petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.
Pendapat kebanyakan kaum muslim adalah Alkitab (Taurat dan Injil) yang sekarang ada adalah palsu, tidak asli, buatan Paulus padahal Paulus hidup pada abad pertama, mari kita selidiki sejarah :
Alquran ditulis sekitar 644-656 M (Zaman Khalifah Utsman bin Affan), pada waktu nabi muhammad masih hidup (571-632 Masehi) Alquran masih terdiri atas ayat-ayat hafalan.
Sedangkan Injil (Lukas, Paulus, Markus dll) disusun sejak 196 M, sampai adanya konsili Nicea (325 M) dan proses selesainya Kanonisasi (pengumulan dan pengesahan menjadi kitab suci) 367 M, Ini berarti Alkitab sudah selesai disusun (finish) jauh sebelum Alquran ada.
PEMBAHASAN MASALAH :
- Apakah ini dapat dikatakan bahwa Alquran sebenarnya sudah mengamini hasil konsili Nicea beserta semua tulisan Taurat, Matius, Lukas, Paulus dll yang ada di kitab suci (Alkitab) ?
- Apabila umat Islam meragukan hasil konsili Nicea, berarti juga meragukan hasilnya, yaitu Alkitab (termasuk didalamnya tulisan rasul Paulus) dan ini berarti sama saja menghujat Allah yang diamini sebagai yang menurunkan Alquran ?
- Apabila umat Islam masih meragukan keaslian Alkitab yang ada sekarang ini, kenapa di Alquran tidak menunjuk Injil yang mana ? taurat yang mana ? atau mempertegas misalnya : "Kitab Suci yang dimaksud itu adalah yang ditulis oleh Markus, Lukas, atau Barnabas yang ada ditangan Kaisar Constantinus dst dst...", karena sudah ada saat itu, dan Allah Maha Tahu ?
- Dan Apabila masih ngotot bahwa Alkitab sudah direkayasa, mesti ditunjukan Alkitab ( Injil dan Taurat ) yang menurut anda benar, dan mesti dengan petunjuk alquran ? dan jangan saling bertentangan atau hanya tafsir belaka.
- Apabila muhammad nabi terakhir, dan berusaha meluruskan ajaran Tauhid (katanya), apalagi selalu mendapat wahyu dan bimbingan dari Allah, mestinya tahu dong kejadian-kejadian sebelumnya (ratusan tahun sebelumnya) seperti : Rasul Paulus yang di anggap dusta, Konsili Nicea yang ada dua kubu itu dan proses terbentuknya Alkitab, mengapa dia tidak bisa menunjukan Injil dan Taurat yang dimaksudnya benar ?
- Apabila tidak ditemukan jawaban yang jelas mengenai permasalahan diatas, sedangkan umat Islam percaya bahwa Alquran sudah SEMPURNA, ini berarti SEMUA KITAB SUCI NASRANI (=ahli kitab) itu BENAR.
KESIMPULAN :
Usaha untuk meragukan kebenaran Alkitab adalah sama dengan mengingkari Alquran.
Bahkan di dalam surat Al Maa-idah dinyatakan lebih tegas lagi bahwa jika kita tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak dipandang beragama,
Surat. 5 Al Maa-idah ayat 68 :
"Katakanlah: Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu."
(Qul yaa ahlal kitaabi lastum 'alaa syai-in hattaa tukimut tauraata wa injila wa ma unzila ilaikum mir rabbkum.)
INFORMASI :
Tidak ada rekayasa atau perubahan-perubahan dalam Alkitab, sejak tahun 367 M, yang ada hanya perbedaan penerjemahan dari bahasa aslinya (Ibrani dan Yunani) ke dalam bahasa-bahasa lainnya, yang menyebabkan Alkitab terkesan selalu direvisi atau diubah-ubah, itu disebabkan karena keterbatasan dari masing-masing bahasa suatu negara, sehingga perlu kembali melihat ke bahasa aslinya, yang penting disini adalah konteksnya sama, karena tidak semua persepsi dalam bahasa bisa sama.
Konsili Nicea 325 M adalah untuk mempertahankan doktrin Tritunggal bukan mengakuinya. Sebab yg di bahas adalah kesesatan ARIANUS(Arianism) yg mengajarkan pada gereja2 timur(ortodoks) bahwa : Yesus bukan Tuhan dan manusia pada waktu yg sama = menentang doktrin Tritunggal).
Sehingga timbul pertentangan tafsir yang berujung perpecahan sekte antara lain : Basilidius, Nazarenes, Essenes, Pauline dan "Nestorian".
Pada masa kecilnya Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. dan ketika berusia 12 tahun, Muhammad telah mengikuti perjalanan dagang yang dilakukan oleh Abu Thalib ke banyak kota di Timur Tengah, terutama Damaskus, dalam sebuah perjalanan dagang dengan pamannya itulah Muhamad bertemu dengan seorang "pendeta Nestorian" yang pengelana bernama Bahira yang melihat tanda-tanda kenabian dalam diri Muhamad. Hal itu disampaikan oleh Bahira pada Abu Thalib, dan selama beberapa waktu Muhamad mendapat bimbingan dari Bahira yang akhirnya mengikuti perjalanana dagang Abu Thalib pula selama beberapa waktu. Diyakini, dalam masa inilah Muhamad diperkenalkan dengan paham-paham Nasrani Nestorian yang dibawa oleh Bahira.
Doktrin Tritunggal yang sangat ditentang oleh orang Islam, sebenarnya telah menjadi doktrin Gereja dari sejak awal, sejak Yesus masih hidup.
Silahkan baca tulisan2 Paulus, Petrus, dan Perjanjian Baru (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes saja ditulis antara th 70 s/d th 95) sekalipun adalah bukti doktrin Tritunggal jauh sebelum konsili Nicea, ditambah ajaran dan pembelaan Bapa2 Gereja muda seperti Ignatius, Clemens, Origen dll.
Jadi perdebatan kelompok Arianism pada TAFSIR kitab Injil terus berlangsung sampai sekarang dengan baju baru dan penjelmaan baru, salah satunya adalah para pengikut Muhammad.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home